• atas new
  • dea top 10
  • Winner Miss International 2017
  • dea top 10
  • banner website 1
  • homepi1 material

    Runner Up 2 Puteri Indonesia 2017 Karina Nadila Niab Wakili Indonesia di ajang Miss Supranational 2017 di Polandia

    karina123Jakarta, 10 November 2017 – Ajang kontes kecantikan Miss Supranational pertama kali diadakan pada tahun 2009 di kota PÅ‚ock, Polandia. Diawal penyelenggaraan, kontestan yang ikut berpartisipasi berasal dari hampir 40 negara di seluruh dunia. Tahun ini setelah melalui 8 tahun penyelenggaraan, jumlah kontestan meningkat dua kali lipat menjadi lebih dari 80 peserta dari setiap benua. Ini membuktikan bahwa Miss Supranational telah berkembang menjadi salah satu kontes kecantikan bergengsi di dunia.

    Kontes kecantikan yang berbasis di Panama dan dibawahi oleh organisasi World Beauty Association (WBA) ini tidak hanya mengutamakan penampilan dan popularitas saja namun juga terfokus pada kecantikan alami (Natural Beauty). Kompetisi yang telah membuat dampak besar di dunia Pageant ini, ditetapkan oleh para ahli sebagai salah satu dari tiga kontes terpenting dan bergengsi di dunia internasional. Miss Supranational memiliki motto yakni: Glamour, Fashion dan Natural Beauty!

    Yayasan Puteri Indonesia dan PT Mustika Ratu Tbk sudah mengirimkan wakil Indonesia ke ajang Miss Supranational sejak tahun 2013. Diawali oleh Runner Up 2 Puteri Indonesia 2013 – Cok Istri yang berhasil meraih gelar sebagai 3rd Runner Up Miss Supranational 2013 dan 2nd Runner Up Best National Costume Miss Supranational 2013. Kemudian tahun 2014, Runner Up 2 Puteri Indonesia 2014 – Estelita Liana meraih prestasi The Best National Costume dengan tema “Warrior Princess of Borneo” di Krynica Zdroj, Polandia. Tahun 2015, Runner Up 2 Puteri Indonesia 2015 – Gresya Amanda meraih prestasi The Best National Costume dengan tema “Mystical Toraja”. Tahun lalu 2016, Runner Up 2 Puteri Indonesia 2016 – Intan Aletrino meraih prestasi Top 10 Miss Supranational 2016 dan Miss Elegance Multimedia di Krynica Zdroj, Polandia.

    Tahun ini Yayasan Puteri Indonesia dan PT Mustika Ratu Tbk kembali mengirimkan perwakilan Indonesia untuk berkompetisi di ajang Miss Supranational 2017. Karina Nadila, Runner Up 2 Puteri Indonesia 2017 yang juga menyandang gelar sebagai Puteri Indonesia Pariwisata 2017 akan membawa nama Indonesia di ajang Miss Supranational 2017.

    Puteri Indonesia yang juga berprofesi sebagai aktris dan bintang iklan ini, akan bersaing dengan finalis dari 80 Negara lainnya dalam karantina Miss Supranational 2017 yang akan berlangsung dari tanggal 16 November sampai 2 Desember 2017 dan Grand Final yang akan digelar pada tanggal 1 Desember 2017 di The MOSIR (Miejski Osrodek Sportu i Rekreacji / Hall of Sport) in Krynica Zdroj, Poland.

    Sebagai wakil Indonesia, perempuan yang lahir di Jakarta 21 Agustus 1992 ini telah melakukan banyak persiapan.  Salah satunya belajar merias wajah dan rambut bersama tim professional makeup artist Mustika Ratu, “Sejak awal terpilih menjadi Runner Up 2 Puteri Indonesia 2017, saya sudah melatih untuk melakukan persiapan yaitu dengan melakukan perawatan kecantikan luar dan dalam di Taman Sari Royal Heritage Spa, belajar merias wajah dan rambut sendiri yang langsung diajarkan oleh Tim Make Up Artist dari Professional Make Up Mustika Ratu,” ungkap Karina.

    Seperti yang disampaikan oleh Ketua Dewan Pembina Yayasan Puteri Indonesia, Putri Kus Wisnu Wardani, “Saya berharap Karina bisa meraih hasil terbaik di ajang Miss Supranational 2017, terlebih tahun lalu kita berhasil meraih prestasi Top 10 Miss Supranational 2016 dan Miss Elegance Multimedia, oleh Intan Aletrino. Tahun ini target kita adalah Crown Miss Supranational for Indonesia. Tentu hal ini merupakan tantangan tersendiri bagi Karina dan Indonesia dalam berkompetisi. Namun terlepas dari hal itu, Karina juga mempunyai misi untuk mempromosikan produk produk Industri Tradisional Berbasis Budaya karya anak bangsa ke kancah internasional dan memperkenalkan pariwisata dan budaya yang dimiliki Indonesia. Salah satu cara yang dilakukan untuk menunjukan hal tersebut adalah melalui busana yang ditampilkan Karina pada saat karantina maupun saat kontes berlangsung,” ujar Putri saat konferensi pers keberangkatan Karina Nadila ke ajang Miss Supranational 2017 di Aula Sasono Wiwoho Mangunsarkoro, Menteng – Jakarta Pusat, Jumat (10/11).

    Karina juga mendapatkan banyak pembekalan diberbagai bidang seperti kelas Table Manner dari LPPMS (Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Mooryati Soedibyo), pembekalan tentang current issue, filosofi dan filsafat oleh Ketua Umum Yayasan Puteri Indonesia, Prof. Wardiman Djojonegoro, kelas Bahasa Inggris dengan personal native oleh International Language Program (ILP), kelas Public Speaking oleh Choky Sitohang, pembentukan tubuh (gym) di Celebrity Fitness. Karina juga mendapat perawatan kecantikan kulit dan wajah dari Dermaster dan perawatan gigi hingga rambut dari The Clinic.

    Semua persiapan yang dilakukan Karina ini tak lepas dari dukungan penuh Yayasan Puteri Indonesia dan PT Mustika Ratu Tbk, yang sangat peduli terhadap prestasi perempuan Indonesia untuk mengharumkan nama bangsa di kontes kecantikan Internasional.

    Karina juga akan membawakan produk produk kecantikan dari Mustika Ratu berupa Lipstik Moors, Footspray Taman Sari Royal Heritage Spa dan Hand Cream Zaitun sebagai produk kebanggaan dan unggulan bangsa Indonesia. Keikutsertaan Karina di ajang Miss Supranational 2017 selain diharapkan dapat meraih prestasi juga dapat mempromosikan pariwisata dan budaya bangsa serta produk produk asli Indonesia di dunia Internasional. Sehingga keikutsertan Karina dalam ajang Miss Supranational 2017 ini mendapatkan apresiasi dan dukungan penuh dari Pemerintah Indonesia seperti Kementerian Pariwisata Republik Indonesia dan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

    Karina akan membawa beberapa busana karya desainer berbakat Indonesia diantaranya Anaz Khairunnas , Billy Tjong , Yulia Fandy, , dan kebaya dari Intan Avantie serta National Costume dari Jember Fashion Carnaval.

    Anaz Khairunnas – Evening Gown

    “Purpura Tetes Mider“ adalah Jenis motif songket yang tampak pada gaun ungu ini. Menampilkan signature ANAZ dalam gaun yang melekat dibadan, motif tetes minder juga Anaz aplikasikan dalam detail bordir dan manik manik berwarna silver agar menambah kesan mewah namun tetap tradisional. Warna ungu menadakan sipemakai adalah wanita Indonesia yg menjunjung tinggi rasa keakraban , dimana pesan yg di bawa gaun ini adalah wanita Indonesia yang bisa berbaur dan mengakrabkan diri di ajang Miss Supranational 2017.

     

    Billy Tjong – Cocktail Dress

    Cocktail dress karya Billy Tjong ini dirancang untuk acara santai namun tetap elegan dan anggun. Warna krem muda kecoklatan melambangkan sisi kelembutan dan keramahan wanita Indonesia dalam berinteraksi di ajang International. Detail bordir yang menjuntai dari atas hingga bawah melambangkan karakter keberagaman tradisi serta budaya Indonesia yang tetap dilestarikan tanpa tergerus oleh pergantian zaman. 

    Yulia Fandy – Gaun

    Gaun koleksi dari warna khatulistiwa.

    Gaun ini diciptakan dengan karakter yang sangat cerdas, maka itu biru adalah warna yang ditonjolkan karena warna ini sendiri mewakili kecerdasan, rasa percaya diri dan stabil, serta kecantikan yang alami. Tenun ikat yg dipadukan berasal dari Nusa Tenggara Timur tepatnya Maumere ini dahulu hanya dapat digunakan oleh beberapa kalangan saja seperti keluarga darah biru. Tema dari gaun ini adalah warna khatulistiwa.

    Intan Avantie – Kebaya

    Kembang Jumputan

    Berseri-seri di atas seutas benang yang melintang

    Menari-nari di atas selembar kain biru terbentang

    Kembang Jumputan,

    Memunculkan kembang merekah diantara rona jumputan membiru,

    Menyiratkan keteduhan diantara warna warni untaian kembang nan sendu

    Puteri Indonesia,

    Melenggang sempurna

    Melebur dengan keanggunan khas wanita

    Menebar paras ayu nan rupawan

    Membawa sebuah Karya dalam jiwa utuh Perempuan

    Puteri Indonesia,

    Mampu membawa pesan dalam setiap penampilan dan

    Sanggup menyalurkan nyawa dalam setiap indahnya Balutan

    Puteri Indonesia dalam pesona Kebayoen Kembang Jumputan,

    Sederhana namun penuh cinta

    Sederhana namun kaya akan Budaya

    Sederhana namun harum Indonesia

    Kebayoen Kembang Jumputan menampilkan seni dalam sebuah karya,

    dimana Puteri Indonesia mampu melekat dengan Alam dan membumi dengan Dunia.

    Kebayoen Kembang Jumputan untuk Puteri Indonesia

    National Costume “Lembuswana: The Apparatus of the King” – By Jember Fashion Carnival

    Tahun ini Yayasan Puteri Indonesia dan PT Mustika Ratu Tbk mempercayakan National Costume yang akan dibawakan oleh Karina ke Miss Supranational 2017 kepada Jember Fashion Carnival yang sudah hampir lima tahun bekerjasama dengan Yayaysan Puteri Indonesia. Tema National Costume yang dibawakan adalah “Lembuswana: The Apparatus of the King”.

    Berbelalai bukan gajah, bertaring bukan harimau, bertaji bukan ayam, Lembuswana.

    Sang penguasa Sungai Mahakam yang bersemayam di palung sungai itu.

    Satwa mitologi merupakan hewan yang disucikan karena merupakan tunggangan Dewa Batara Guru dalam memberikan petuah dan petunjuknya. Lembuswana telah menjadi simbol keperkasaan dan kedaulatan seorang penguasa.

    Legenda kemunculannya di Sungai Mahakam ratusan tahun silam menjadikannya simbol Kerajaan Kutai Kartanegara, Kalimantan – Indonesia.

    Berkepala singa dan bermahkota melambangkan keperkasaan seorang raja yang dianggap penguasa. Dan mahkota adalah tanda kekuasaan raja yang dianggap seperti dewa. Taringnya menghunus ganas mengapit belalainya menandakan perlambang sosok Ganesha, sang Dewa Kecerdasan. 

    Bersayap Garuda dengan sayap yang bisa digerakkan sebagai penanda bahwa sayapnya siap menerbangkan cita-cita mulia setinggi langit. Dan Bersisik ikan yang berarti sebagai pelindung dan pengayom rakyat.

    Warna emas sebagai keagungan dan warna abu-abu sebagai warna tanah, melambangkan sikap tetap membumi dan rendah hati. Sejatinya, Lembuswana adalah ”Tapak Leman Ganggayaksa” yang berarti bahwa seorang seyogyanya memiliki sifat-sifat mulia pengayom rakyat, menjadikan inspirasi untuk terus terbang ke langit tanpa melupakan bumi untuk berpijak.

    Kami pun mengucapkan terima kasih kepada para sponsor : Mustika Ratu, Taman Sari Royal Heritage Spa, Moor’s Professional Make Up by Mustika Ratu, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Anaz Khairunas, Billy Tjong, Yulia Fandy, Intan Avantie, Dynand Fariz & Jember Fashion Carnaval, Arturro, Tities Sapoetra, Yunita Kosasih, Aldre Indrayana, Rinda Salmun for Fashion First Jakarta, Natalia Kiantoro, Mel Ahyar, Jeffry Tan, Aditya Dwi Cahya, Yosep Sinudarsono, Emas Putih PLG, Manjusha Nusantara, Jewels of Eden, Celebrity Fitness, ILP, Dermaster, The Clinic, Shu Shu Shoes, Ronny Ario Joewono, Rudy Hari, Tommy Siahaan , Mario Photography.

    Untuk Informasi Lebih Lanjut:                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                     

    Corporate Communication

    Telp. (021) 830 6754

    Fax. (021) 830 6603

    e-mail : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

    Download Formulir Pendaftaran Puteri Indonesia 2018

    Formulir

    Alumni Puteri Indonesia

    • 1992-1993-Indira-Soediro
    • 1994-Vena-Melinda
    • 1995-Shanti-Manahutu
    • 1996-1999-Alya-Rohali
    • 2000-Bernika-Ifada
    • 2002-Melanie-Putria
    • 2003-Dian-Krishna
    • 2004-Artika-Sari-Devi
    • 2005-Nadine-Chandrawinata
    • 2006-Agni-Pratista
    • 2007-Putri-Raemawasti
    • 2008-Zivanna-Letisha
    • 2009-Qory-Sandioriva
    • 2010-Nadine-Alexandra
    • 2011-2012-Maria-Selena
    • 2013-Whulandary-Herman
    • 2014-Elvira-Devinamira
    • 2015-Anindia
    • 2016-Kezia-warouw