Puteri Indonesia

Puteri Indonesia Pariwisata 2009: Sejarah Kota Cantik Palangka Raya

Setelah dua hari sebelumnya mengunjungi Kampung Sampireun, salah satu objek wisata di Kota Garut, kini giliran Palangkaraya yang menjadi tujuan pariwisata Puteri Indonesia Pariwisata 2009, Isti Ayu Pratiwi. Setibanya di Palangka Raya pada Sabtu (19/06) lalu, Ayu pun langsung memanfaatkannya untuk berkeliling kota yang memiliki motto Kota “Cantik” (Terencana, Aman, Tertib dan Keterbukaan).

Ayu mengungkapkan bahwa kunjungannya ke Ibukota Kalimantan Tengah ini sangatlah menarik karena dapat mengunjungi tempat-tempat bersejarah di Palangkaraya. “Kita seperti menapak tilas, di sini banyak sekali tempat-tempat bersejarah. Dan saya pun merasa senang karena saya ditemani banyak guide yang cantik-cantik yang menemani saya,” ungkap Ayu yang saat itu merasa senang karena kunjungannya kali ini juga ditemani oleh para Puteri Indonesia 2009 dari Kalimantan, yaitu Imelda Madjat Djahari, Puteri Indonesia Kalimantan Tengah 2009, Patricia Vanessa, Puteri Indonesia Kalimantan Selatan 2009, dan Grace Joselini, Puteri Indonesia Kalimantan barat 2009.

Imelda yang saat itu menjadi tuan rumah dengan senang memperkenalkan kota asalnya ini dan menjelaskannya kepada temen-teman Puteri Indonesia. Imel pun mengajak Ayu dan para Puteri Indonesia 2009 asal Kalimantan lainnya untuk mengunjungi lokasi dimana Presiden Soekarno meletakkan batu pertama di Palangka Raya pada 17 Juli 1957. “Dulu Presiden Soekarno sempat berencana menjadikan Palangka Raya sebagai Ibu Kota Republik Indonesia. Namun hal ini gagal diwujudkan akibat kesulitan bahan bangunan.” Cerita Imel kepada teman-temannya.

Dekat dengan Tugu Peletakkan Batu Pertama Kota Palangkaraya, terdapat jembatan Sungai Kahayan yang panjang dan megah. Imel pun mengajak para rombongan untuk menelusuri Jembatan Sungai Kahayan dan kemudian dilanjutkan untuk menyantap makan siang di Kampung Lauk dimana kita dapat menikmati menu ikan-ikan khas Sungai Kahayan. “Banyak ikan-ikan yang baru pertama kali saya coba dan namanya pun unik-unik, seperti Ikan Jelawat, Lais dan Seluang, namun rasanya sangatlah enak. Konsep rumah makan yang berada di pinggir Sungai Kahayan ini pun memberikan kesan menyenangkan.” Ungkap Ayu.

Asik mengunjungi lokasi-lokasi wisata, para Puteri Indonesia 2009 ini pun menyempatkan diri untuk membeli pernak-pernik khas Palangka Raya untuk dijadikan oleh-oleh di Jalan Batam. “Saya banyak membeli gelang-gelang cantik, tas-tas anyaman, kerupuk Kuku Macan, dan masih banyak lagi untuk dijadikan oleh-oleh” Tutur Ayu. Ketika perjalanan kembali ke hotel, Ayu dan rombongan pun sempat melewati Kompleks Sandung Pahandut yaitu tempat penyimpanan tulang belulang bagi masyarakat Dayak Kaharingan.

“Saya berharap masyarakat Palangka Raya terus mempertahankan ‘kecantikan’ Kota Palangkaraya karena hal ini dapat menjadi salah satu asset agar Palangka Raya dapat menjadi salah satu tujuan pariwisata,” Ungkap Ayu.

Koneksi gagal