Puteri Indonesia

Puteri Indonesia 2010 perwakilan Kalimantan Tengah, Timur dan Selatan

Palangkaraya Sabtu 19 Juni 2010 menjelang dinihari terpilih lah 3 perempuan dari Kalimantan yang akan mewakili Kalimatan Timur, Selatan dan Tengah pada ajang Pemilihan Puteri Indonesia 2010 di Jakarta nantinya.  Ayu Rindra Sari 24 tahun mahasiswi profesi dokter Falkutas kedokteran menjadi perwakilan dari Provinsi Kalimatan Timur. Wenty Widiyar Pratami , 22 tahun , mahasiswi semester 7 STEKPI menjadi perwakilan dari Kalimantan Selatan dan Aelyn Halim, 23 tahun mahasiswi kedoteran menjadi perwakilan Provinsi Kaliamantan Tengah yang pada malam itu membawa supporter yang cukup banyak.  Ayu, Wenty dan Aelyn dianggap oleh dewan juri yang terdiri dari Wisnu Wardhana dari Yayasan Puteri Indonesia, Sisca Wahyuningrum dari PT Mustika Ratu, Syafril Teha Noer dari Kaltim Post, Pandit DM Bawana dari Kalteng Post dan H Suriansyah Achmad dari Radar Banjarmasin, akan berangkat ke Jakarta untuk mengikuti ajang Pemilihan Puteri Indonesia tingkat Nasional yang Grand Finalnya akan berlangsung pada Jumat 8 Oktober 2010.

Malam Grand yang diselenggarakan di Hotel Aquarius Palangkaraya ini berlangsung sangat meriah dan dipenuhi oleh undangan.  Gubernur Kalimatan Tengah Agustin Teras Narang beserta isteri Moenartining Teras juga hadir dalam acara ini. Selain itu hadir pula Puteri Indonesia Pariwisata 2009, Isti Ayu Pratiwi yang ikut memberi  slempang kepada pemenang dari Kalimantan Tengah Aelyn Halim.

Penampilan para finalis Pemilihan Puteri Indonesia Kalimatan Timur, Selatan dan Tengah ini didahului dengan penampilan busan Casual, dimana para finalis menggunakan busana casual dengan motif khas Kalimantan, penampilan kedua mereka menggunakan busana adat dari masing-masing daerah peserta dan di akhiri dengan penampilan menggunakan gaun malam.

Acara malam itu cukup meriah dan menghibur dengan suguhan tari-tarian khas seperti Tari Mandau Tarung yang melambangkan kegagahan dan keberanian muda mudi dari suku Dayak, selain itu juga ada Fashion Show dari perancang local Palangkaraya yang menampilkan busana-busana kasual untuk remaja putri dan putra serta anak-anak.

Sebelum sampai pada Grand Final ini sebelumnya para Finalis telah mengkitu karantina selama kurang lebih 3 hari. Kegiatan mereka selama masa karantina antara lain adalah audensi dengan Gubernur Kalimatan Tengah Agustin Teras Narang di Istana Isen Mulang. Audiensi dengan walikota Palangkaraya  HM Riban Satia di ruang rapat Peteng Karuhei I.  Finalis juga melakukan kegiatan social dengan mengunjungi panti social Trisna Werdha Sinta Rangkang dalam kunjungan tersebut para finallis disambut oleh Dra Lawati yang merupakan kepala Panti tersebut.

Tidak ketinggalan acara jalan-jalan yang sangat dinikmati oleh para Finalis. Wisata susur sungai Kahayan dan Rungan dengan menggunakan Kapal Lasang Teras Garu. Dalam perjalanan Tangkilang ke Palangkatraya dengan kapal tersebut para finalis bisa menikmati nuansa alami juga bisa melihat langsung tempat pemeliharaan orang utan di Nyarung Menteng dan Pulau Kaja.

Untuk meningkatkan kemampuan pengetahuan umum para finalis selama masa karantina mendapat pembekalan dari Kepala Dinas Pariwisata KalTeng tentang kepariwisataan dan pengetahuan Umum. Ibu Nahson Tahway untuk materi Etika dan penampilan, Ibu Inggrid untuk materi Public Speaking. Bapak HM Wahyudie F Dirun,SP dan Bapak Heronika Rahan,SH untuk materi Media dan Perkembangan di Masa depan.  Juga tidak ketinggalan Beauty Class dari tim Beauty Consultant Mustika Ratu , dimana  kecantikan juga merupakan bagian criteria dari 3B ( Brain, Beauty dan Behavior yang diusung oleh Yayasan Puteri Indonesia.

Malam bakat yang diselenggarakan satu hari sebelum malam Grand Final berlangsung sangat menarik. Semua finalis dengan menggunakan busana daerah mereka masing-masing menarikan tarian dari daerah asal mereka masing-masing. Tak jarang mereka menampilkan tarian dengan menggunakan Mandau dan semburan api sehingga menjadikan acara unjuk bakat tersebut deperti pagelaran seni tari Kalimantan. Tampak dua peserta yang berbeda mereka adalah Ayu yang pada kesempatan itu lebih memilih memperdengarkan suara emasnya kepada dewan juri serta Syarifah Nadhila Sabrina yang memainkan kecapi khas Kalimantan.

 

 

 

 

 

Koneksi gagal